
Karena tidak efektif, berbagai tips Windows XP yang bertebaran di majalah dan buku cenderung menyarankan untuk mematikan layanan restorasi ini. Saya tidak tahu apakah layanan ini masih tersedia di Windows Vista. Hingga saat ini saya belum pernah menggunakan Vista. Dulu, ketika Windows XP sudah populer digunakan, saya tetap menggunakan Windows ME sampai ketika saya butuh menginstall Norton Antivirus 2005, Dreamweaver MX dan Photoshop CS yang hanya bisa dijalankan di lingkungan XP. Dibanding XP, Vista lebih rewel, banyak tanya dan mengkonsumsi sumberdaya sistem (memory & processor) cukup banyak.
Kedua, dengan menggunakan program imaging harddisk seperti Norton Image atau Norton Go Back. Tapi masalahnya kedua program itu aktif di background dan menggunakan sumberdaya sistem cukup banyak.
Ketiga, dengan menggunakan program pengunci partisi semacam DeepFreeze atau CleanSlate. Perubahan apapun yang terjadi pada suatu partisi, dalam konteks ini partisi atau Drive C, bisa hilang setelah restart. Bila sistem terserang virus atau rusak registry-nya, ia akan kembali normal setelah restart. Masalahnya, saya suka melakukan kostumisasi konfigurasi beberapa program dan aktivitas ini mensyaratkan DeepFreeze non-aktif atau pada posisi DeepThawed. Untuk itu sistem harus di-restart dulu. Dan me-restart komputer adalah pekerjaan yang cukup menjengkelkan. Berbeda dengan DF, CleanSlate bisa di-non aktifkan tanpa restart. Masalahnya, saya tidak punya versi CleanSlate yang bisa digunakan di lingkungan XP. Versi terakhir yang saya gunakan adalh CleanSlate 3 yang bekerja baik di WinME tapi tidak stabil di XP.
Keempat, dengan menggunakan Norton GHOST versi DOS. NG versi Windows bagi saya terlalu merepotkan dan lamban kinerjanya. Lagian kalau sistem crash dan tidak bisa booting ke Windows, tetap saja DOS menjadi jalan penyelamat. Yang dibutuhkan hanya sebuah CD bootable DOS yang bisa dibuat dengan menggunakan 1 Floppy Disk Bootable DOS dan program burning Nero. Tapi belakangan saya punya sebuah CD bootable DOS berbasis isolinux yang tersedia di dalamnya berbagai program underDOS seperti AcronicsPartition, PartitionMagic dan Norton Ghost.

Sampai saat ini, saya hanya sekali menggunakan image yang dibuat beberapa bulan yang lalu menggunakan Norton Ghost. Waktu itu saya heran karena waktu booting yang dibutuhkan lebih lama dari biasanya. Saya kira masalahnya ada pada Vista Inspirat 2.1 atau TuneUp Utilities 2008. Tapi rupanya masalahnya pada Adobe Photoshop CS3 yang secara default mengkonsumsi 55% memory. Solusinya adalah memindahkan scrath disk atau swap file ke partisi D dan mengaktifkan kembali fungsi prefetching di registry.

Tampaknya saya tidak terlalu memerlukan GHOST atau cara lain untuk recovery. Yang dibutuhkan sebenarnya hanyalah antivirus handal yang bisa menjaga sistem dari virus dan threat lain yang diam-diam berjalan di background dan merubah konfigurasi sistem/registry. Favorit saya, Norton AntiVirus. NAV ini secara default memang mengkonsumsi sumberdaya sistem cukup banyak. Tapi setelah dikostumisasi dan dimatikan beberapa fungsi gak pentingnya (email/messenger real-time protection, automatic LiveUpdate, dan office documents scanning), program ini akan berjalan cukup ringan. Dan saat ini saya menggunakan NAV 2007 karena hanya itu yang saya punya dan ringan pula. Lagian apa perlunya upgrade selama masih tersedia layanan live update untuk versi ini [ ]
Catatan kecik:
Judul posting ini meminjam istilah "ghost in the machine" yang digunakan pertama kali oleh filsuf Inggris, Gilbert Ryle, ketika membahas dualisme Cartesian (1949). Dalam budaya populer, istilah ini juga digunakan dalam film "The Ghost in the machine" dengan tekanan berbeda (1993). Film i-Robot yang dibintangi Will Smith juga menyinggung kemungkinan humanisasi android.