0830 : Nyampe lokasi acara di Cendrawasih Room JCC. Rencananya datang lebih awal buat bantu2. Tapi apa yang dibantu lagi. Panitianya seabrek. Semuanya pake baju batik keren. Hohoho.. Lihat ada bus berisi ustadz-ustadz Senior langsung dari Gontor. Buset. Pasukannya lengkap nih. Plus puluhan santri senior 62008. Putra dan Putri. Wah gak nyangka acaranya bakal semeriah ini. Di luar ruangan, ada beberapa stand yang menampilkan produk-produknya: beberapa produk wirausaha, beberapa bank syariah, lembaga ZIS, perguruan tinggi ekonomi Islam dan karya2 seni. Plus tak ketinggalan di pojok ruangan diadakan Arabic Speech Contest dan (English) Telling Story untuk tingkat SMP/SMA/Pesantren untuk sebagai sub-acara. Di langit2 ruangan, spanduk-spanduk begitu banyak.
0900 : Sesuai jadwal acara dimulai. Peserta diminta masuk. Tapi acara kayak gini seakan-akan sekali seumur hidup. Semuanya pada reunian dengan teman-teman se-angkatannya.
0920 : Akhirnya acara dimulai. Tapi tetep aja. Tidak ada yang mo duduk diam di tempat. Celingak celinguk nyari teman-temannya. Keadaan jadi "terkendali" ketika pembacaan ayat-ayat suci al-Qur'an. Otomatis semuanya duduk diam. Seakan sudah terprogram di chip kepala masing-masing. Tradisi..
Menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya & lagu (kebangsaan Gontorians:) Hymne Oh Pondokku. Indonesia Rayanya kurang khidmat karena gegap gempita. Soalnya ini acara reunian yg penuh haru. Hymne Oh Pondokku syahdu banget, seperti menyanyi dengan lirih. Beberapa hadirin sampe nangis.
Berikutnya beberapa sambutan. Kyai Syukri ngasih sambutan ringkas, padat. Artikulasi & retorikanya keren. Khas dia. Pengajar Mantiq/Ilmu Logika gw tuh. Hohoho.. sayangnya, isinya masih indoktrinasi di satu sisi, dan tasji'/support di sisi lain. Sorry ustadz.. some part of ur speech doesn't work in real world. Gontor tidak pernah berubah. Ia masih tenggelam pada kebesaran masa lalu. Ah, andai saja ustadz Syukri pernah kuliah di perguruan tinggi umum di fakultas umum seperti diriku. Dimana orang berkerenyit kening mendengar nama Gontor.
Mendikbud, Bambang Sudibyo ngasih sambutan. Panjaaang bgt. Plz deh, Pak. Anda sedang berhadapan dengan jago-jago pertunjukan, publik speakers. Mereka semua mengerti bahwa sambutan sepanjang itu hanya ada di zaman batu. Kuno
Pelantikan pengurus IKPM Cab. DKI Jakarta (ikatan alumni gontor). Plz, deh. Kayaknya gak pas aja di acara sebesar ini diadakan pelantikan itu.
1030 : Kyai Syukri, Dien Syamsuddin, Habib Khirzin tampil bersama dalam format diskusi panel. Saya gak terlalu mengikuti pembicaraan mereka. Tapi intinya tentang peranan alumni di masyarakat. Saya sibuk dengan kamera Canon ZLSR punya Himawan. Keluar masuk ruangan. Rupanya yang ngobrol sambil berdiri di luar ruangan hampir sama banyaknya dengan yang di dalam. Ya, kapan lagi bisa ngumpul2 selengkap ini.
1220 : Istirahat
SALUT BUAT PANITIA serta dukungan Pesantren Darunnajah serta paduan suaranya, Akhi Dedy dkk. Putra mahkota Daarunnajah ini emang keren & down to earth. Sip !

0900 : Sesuai jadwal acara dimulai. Peserta diminta masuk. Tapi acara kayak gini seakan-akan sekali seumur hidup. Semuanya pada reunian dengan teman-teman se-angkatannya.
0920 : Akhirnya acara dimulai. Tapi tetep aja. Tidak ada yang mo duduk diam di tempat. Celingak celinguk nyari teman-temannya. Keadaan jadi "terkendali" ketika pembacaan ayat-ayat suci al-Qur'an. Otomatis semuanya duduk diam. Seakan sudah terprogram di chip kepala masing-masing. Tradisi..
Menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya & lagu (kebangsaan Gontorians:) Hymne Oh Pondokku. Indonesia Rayanya kurang khidmat karena gegap gempita. Soalnya ini acara reunian yg penuh haru. Hymne Oh Pondokku syahdu banget, seperti menyanyi dengan lirih. Beberapa hadirin sampe nangis.
Berikutnya beberapa sambutan. Kyai Syukri ngasih sambutan ringkas, padat. Artikulasi & retorikanya keren. Khas dia. Pengajar Mantiq/Ilmu Logika gw tuh. Hohoho.. sayangnya, isinya masih indoktrinasi di satu sisi, dan tasji'/support di sisi lain. Sorry ustadz.. some part of ur speech doesn't work in real world. Gontor tidak pernah berubah. Ia masih tenggelam pada kebesaran masa lalu. Ah, andai saja ustadz Syukri pernah kuliah di perguruan tinggi umum di fakultas umum seperti diriku. Dimana orang berkerenyit kening mendengar nama Gontor.
Mendikbud, Bambang Sudibyo ngasih sambutan. Panjaaang bgt. Plz deh, Pak. Anda sedang berhadapan dengan jago-jago pertunjukan, publik speakers. Mereka semua mengerti bahwa sambutan sepanjang itu hanya ada di zaman batu. Kuno
Pelantikan pengurus IKPM Cab. DKI Jakarta (ikatan alumni gontor). Plz, deh. Kayaknya gak pas aja di acara sebesar ini diadakan pelantikan itu.
1030 : Kyai Syukri, Dien Syamsuddin, Habib Khirzin tampil bersama dalam format diskusi panel. Saya gak terlalu mengikuti pembicaraan mereka. Tapi intinya tentang peranan alumni di masyarakat. Saya sibuk dengan kamera Canon ZLSR punya Himawan. Keluar masuk ruangan. Rupanya yang ngobrol sambil berdiri di luar ruangan hampir sama banyaknya dengan yang di dalam. Ya, kapan lagi bisa ngumpul2 selengkap ini.
1220 : Istirahat
SALUT BUAT PANITIA serta dukungan Pesantren Darunnajah serta paduan suaranya, Akhi Dedy dkk. Putra mahkota Daarunnajah ini emang keren & down to earth. Sip !
Untuk menjadi seorang intelektual memang harus membuntuti seorang intelektual juga. Role model. Quantum Learning pun setuju dengan pendapat ini. Dari 1993 - 1995, saya berkutat dengan buku-buku terbitan pemikir-pemikir Timur Tengah: Sayyid Qutb dan saudaranya Muhammad Qutb, Hassan Albanna, Fatih Yakn, dll serta beberapa pemikir Pakistan semacam Abul A'la al-Maududi. Boleh dibilang buku-buku khas Gema Insani Press, kanan Islam.