Showing posts with label republik gontor. Show all posts
Showing posts with label republik gontor. Show all posts

29.11.08

Live update from Silatnas Gontor

0830 : Nyampe lokasi acara di Cendrawasih Room JCC. Rencananya datang lebih awal buat bantu2. Tapi apa yang dibantu lagi. Panitianya seabrek. Semuanya pake baju batik keren. Hohoho.. Lihat ada bus berisi ustadz-ustadz Senior langsung dari Gontor. Buset. Pasukannya lengkap nih. Plus puluhan santri senior 62008. Putra dan Putri. Wah gak nyangka acaranya bakal semeriah ini. Di luar ruangan, ada beberapa stand yang menampilkan produk-produknya: beberapa produk wirausaha, beberapa bank syariah, lembaga ZIS, perguruan tinggi ekonomi Islam dan karya2 seni. Plus tak ketinggalan di pojok ruangan diadakan Arabic Speech Contest dan (English) Telling Story untuk tingkat SMP/SMA/Pesantren untuk sebagai sub-acara. Di langit2 ruangan, spanduk-spanduk begitu banyak.

0900 : Sesuai jadwal acara dimulai. Peserta diminta masuk. Tapi acara kayak gini seakan-akan sekali seumur hidup. Semuanya pada reunian dengan teman-teman se-angkatannya.

0920 :
Akhirnya acara dimulai. Tapi tetep aja. Tidak ada yang mo duduk diam di tempat. Celingak celinguk nyari teman-temannya. Keadaan jadi "terkendali" ketika pembacaan ayat-ayat suci al-Qur'an. Otomatis semuanya duduk diam. Seakan sudah terprogram di chip kepala masing-masing. Tradisi..

Menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya & lagu (kebangsaan Gontorians:) Hymne Oh Pondokku. Indonesia Rayanya kurang khidmat karena gegap gempita. Soalnya ini acara reunian yg penuh haru. Hymne Oh Pondokku syahdu banget, seperti menyanyi dengan lirih. Beberapa hadirin sampe nangis.

Berikutnya beberapa sambutan. Kyai Syukri ngasih sambutan ringkas, padat. Artikulasi & retorikanya keren. Khas dia. Pengajar Mantiq/Ilmu Logika gw tuh. Hohoho.. sayangnya, isinya masih indoktrinasi di satu sisi, dan tasji'/support di sisi lain. Sorry ustadz.. some part of ur speech doesn't work in real world. Gontor tidak pernah berubah. Ia masih tenggelam pada kebesaran masa lalu. Ah, andai saja ustadz Syukri pernah kuliah di perguruan tinggi umum di fakultas umum seperti diriku. Dimana orang berkerenyit kening mendengar nama Gontor.

Mendikbud, Bambang Sudibyo ngasih sambutan. Panjaaang bgt. Plz deh, Pak. Anda sedang berhadapan dengan jago-jago pertunjukan, publik speakers. Mereka semua mengerti bahwa sambutan sepanjang itu hanya ada di zaman batu. Kuno

Pelantikan pengurus IKPM Cab. DKI Jakarta (ikatan alumni gontor). Plz, deh. Kayaknya gak pas aja di acara sebesar ini diadakan pelantikan itu.

1030 :
Kyai Syukri, Dien Syamsuddin, Habib Khirzin tampil bersama dalam format diskusi panel. Saya gak terlalu mengikuti pembicaraan mereka. Tapi intinya tentang peranan alumni di masyarakat. Saya sibuk dengan kamera Canon ZLSR punya Himawan. Keluar masuk ruangan. Rupanya yang ngobrol sambil berdiri di luar ruangan hampir sama banyaknya dengan yang di dalam. Ya, kapan lagi bisa ngumpul2 selengkap ini.

1220 : Istirahat


SALUT BUAT PANITIA serta dukungan Pesantren Darunnajah serta paduan suaranya, Akhi Dedy dkk. Putra mahkota Daarunnajah ini emang keren & down to earth. Sip !


25.10.08

mengeja kembali Kuntowijoyo

Untuk menjadi seorang intelektual memang harus membuntuti seorang intelektual juga. Role model. Quantum Learning pun setuju dengan pendapat ini. Dari 1993 - 1995, saya berkutat dengan buku-buku terbitan pemikir-pemikir Timur Tengah: Sayyid Qutb dan saudaranya Muhammad Qutb, Hassan Albanna, Fatih Yakn, dll serta beberapa pemikir Pakistan semacam Abul A'la al-Maududi. Boleh dibilang buku-buku khas Gema Insani Press, kanan Islam.

Disamping itu, saya tertarik pada logika out-of-the-box nya Emha Ainun Najib, bapaknya Noe, vokalis Letto. Cak Nun, meski drop out, lebih populer ketimbang nama-nama besar semacam Nurcholis Madjid, Dien Syamsuddin dll. Saya membaca hampir semua bukunya. Cak Nun cukup sering datang ke Gontor. Di antaranya diundang manggung bersama Kelompok Keseniannya, Kyai Kanjeng.

Pada satu titik saya jenuh. Pemikir kanan Islam menggunakan logika sederhana, sementara logika Cak Nun tidak lagi mencukupi. Saya membutuhkan logika yang lebih metodologis, lebih akademik. Maka ketika saya direkrut jadi asisten Pustaka OPPM diumur menjelang 15 tahun, dengan cepat saya melahap buku-buku Nurcholish Madjid. Sejak saat itu saya banyak membaca buku-buku terbitan Mizan Pustaka, Penerbit Pustaka, Bentang, Pustaka Pelajar, Paramadina dan genre sejenis. Saya bahkan hafal pembuat sampul buku Mizan & Pustaka Pelajar. Pustaka Pelajar seringkali menggunakan font-font besar dan cantik. Seperti kata Daniel Purba, teman dari teman saya Bowo di Penerbit Erlangga: "Judge books by their cover !"

Pun, kemudian karena perbedaan pendapat saya dengan Cak Nur, terutama soal sekularisasi dan Teologi Inklusif, disamping saya membutuhkan pemikiran yang tidak hanya normatif tapi empiris, saya tertarik pada tulisan-tulisan Dawam Raharjo. Mas Dawam-lah yang memperkenalkan saya pada ide, bahwa ilmu-ilmu sosial harus dikuasai secara holistik, tidak parsial. Disamping saya kagum pada antusiasme Dawam yang sarjana ekonomi itu pada dunia pesantren dan ilmu tafsir.

Akan tetapi, masalahnya, Dawam hanyalah epigon Cak Nur. Ia hampir tak punya tema besar atau grand design-nya sendiri

Suatu ketika, di tahun 1997, saya melihat seorang senior ITQAN membawa sebuah buku bersampul merah berjudul Paradigma Islam. Ia mungkin senior tercanggih di angkatan 697. Sayang, saya lupa namanya. Dengan cepat saya tertarik terhadap Kuntowijoyo. Meski sedikit terlambat.

Akhirnya saya memilih membuntuti Kuntowijoyo. Sementara Suhartono TB teman saya, membuntuti Jalaluddin Rakhmat gara-gara guru pembimbingnya di Kursus Bahasa Inggris sekaligus mentor FP2WS juga membuntuti Kang Jalal, intelektual sekaligus pakar komunikasi itu. Satu tahun kemudian saya baru tahu bahwa teman seangkatan saya, Zulkarnain Nurhasan, membuntuti Emha Ainun Nadjib.

Lucunya, saat ini Zulkarnain menjadi amat sufistik gara-gara Cak Nun yang nyleneh itu. Agak nggak nyambung :) Suhartono mungkin saat ini sudah bertikai dengan pemikiran Kang Jalal. Tapi jangan ragukan keampuhan teknik komunikasi pemimpin PKS di masa depan ini. Juga saya tak meragukan pengaruh sufistik Kang Jalal tetap membekas dalam dirinya.

Di Mesir, ia bahkan didaulat menjadi Ketua PPMI 2004, organisasi yang membawahi hampir 5000 pelajar & mahasiswa Indonesia. Hanya saja ia lemah dalam tulis-menulis. Tapi syukurlah, ia memilih bidang studi yang agak berbeda ketimbang kebanyakan mahasiswa Indonesia di Mesir: Sejarah. Entah mungkin gara-gara saya menyukai Kuntowijoyo :) Yang pasti, saya tertarik dengan Kang Jalal gara-gara dia.


bersambung...

22.10.08

rantau ( 2 )



merantaulah,
akan kau temukan pengganti
dari orang-orang yang kau tinggalkan

bekerjalah,
karena sungguh kelezatan hidup
bisa kau temukan dalam bekerja..


(mahfuzhat, pepatah arab)

16.10.08

gontorians heboh !

aku hanya bertanya nama,
jangan salahkan daku kalau semua ikut2an mikir

overall, kata mentorku, ngajak mikir itu berpahala

cihui !


============================

Re: Bls: Bls: Bls: [gontorians] Re: minta tolong usulan nama buat ponakan saya (perempuan) SYUKRON jaziilan

Jadi teringat teman di pondok dulu Gempa Buana dan Gempur Alam yang namanya sangat mengindonesia. Sebagai brand, nama mereka memiliki keunggulan. Buktinya saya tetap ingat walaupun sudah 18 tahun yang lalu. Padahal saya tidak pernah sekelas dengan mereka. Kemana mereka ya....

Salam

Hery Azwan

=================================

--- On Thu, 10/16/08, Agus Suparman wrote:
From: Agus Suparman
Subject: Bls: Bls: Bls: [gontorians] Re: minta tolong usulan nama buat ponakan saya (perempuan) SYUKRON jaziilan
To: gontorians@yahoogroups.com
Date: Thursday, October 16, 2008, 12:42 AM

Perselingkuhannya bukan hanya antara Riau dengan Inggris saja stad, tapi ditambah Padang, menurut pengakuan ustadz Hardi Vizon beliau adalah pria berdarah Minang, karena kedua orangtuanya berasal dari Magek Bukittinggi dan berdarah minang.

Seperti yang antum katakan, nama hardi vizon memiliki arti visi yang berat (katakan saja tanggung jawab atau cita-cita yang mulia), walaupun dilakukan pengecilan (tasghir) mudah-mudahan tidak mengurangi kemuliaannya. Tapi sayangnya (dahulu kala) beliau kurang percaya diri dengan nama pemberian orang tuanya yang asli minang itu, karena tidak Islami katanya, untung akhirnya ia sadar "bahwa ternyata yang Islami itu bukan terletak pada bahasa apa yang digunakan, tapi dari makna yang diharapkan".

Akhirnya ana setuju-setuju saja dengan gagasan ustadz hardi vizon soal nama Indonesia bagi anak bangsa ini kedepan, walaupun ada inkonsistensi oleh penggagasnya .. he he.. dan salut buat kecintaannya untuk negeri yang kaya tapi miskin ini. Semoga rasa bangganya akan menghilangkan rasa mindernya. Biasanya begitu kan ustad hardi..

Alafwu syukron
Agus suparman (Asli Bengkulu)

======================================

Dari: handoko jafar
Kepada: gontorians@yahoogro ups.com
Terkirim: Kamis, 16 Oktober, 2008 09:43:02
Topik: Bls: Bls: [gontorians] Re: minta tolong usulan nama buat ponakan saya (perempuan) SYUKRON jaziilan


sebenarnya nama Hardivizon itu perselingkuhan antara Riau dengan Enggris
adjective hard mensifati mass noun Vision yang berarti kurang lebih visi yang berat, namun karena ada pengecilan, istilah kita adalah tasghir maka yang muncul adalah Hardy yang lebih mempunyai arti visi yang yang gak berat-berat amat sebagaimana nama William yang di panggil Willy. dengan demikian ada semacam pergeseran ekspektasi dari yang semula diharapkan menjadi pewaris atau penerus rumah makan padang beralih menjadi seorang dosen yang sekarang sedang dikuliahkan.


======================================

Re: Bls: Bls: [gontorians] Re: minta tolong usulan nama buat ponakan saya (perempuan) SYUKRON jaziilan

hahaha...
jadi begini ya..

Apalah arti sebuah nama?
kembali kepada tujuan asal kita khan untuk mengabdi.. mendapat kebaikan di dunia dan akhirat..
Ust Agus Suparman hanya guyon saja kepada Ust Hardi Fizon... hehe...
Tetap jaga kekompakan..!

Agung Kusuma (nama Indonesia banget..hehe..)
Alumni 2004

======================================
--- Pada Rab, 15/10/08, Agus Suparman
menulis:Dari: Agus Suparman
Topik: Bls: Bls: [gontorians] Re: minta tolong usulan nama buat ponakan saya (perempuan) SYUKRON jaziilan
Kepada: gontorians@yahoogro ups.com
Tanggal: Rabu, 15 Oktober, 2008, 10:07
AM

Assalamu'alaikum
Ustadz Hardi Vizon

Ana setuju dengan antum stad, mungkin biar kelihatannya identitas kali ya ..

Tapi stad .. HARDI VIZON .. bahasa apa ya stad ? .. kalo bahasa asing juga berarti antum harus ganti nama lho ..stad ??? he he ..

Alafwu syukron

Agus suparman (nama asli Indonesia)
==================================

Dari: Hardi Vizon
Kepada: gontorians@yahoogro ups.com
Terkirim: Rabu, 15 Oktober, 2008 08:15:35
Topik: Bls: [gontorians] Re: minta tolong usulan nama buat ponakan saya (perempuan) SYUKRON jaziilan

baru terpikirkan oleh saya hari ini, gara2 postingan ini, kenapa ya
kita orang Indonesia, cendrung memberi nama anak dg bahasa asing
(arab, ibrani, persia, inggris, dsb). apakah bahasa asing jauh lebih
keren dari bahasa kita sendiri?

sebagai contoh, bila akh sonny ingin kasi nama ponakannya, yg
kebetulan orang minang, dg: PUTIELOK yg kalau diterjemahkan ke bahasa
arab menjadi KHAIRUNNISA? hehe.... kayaknya sonny mikir 1000 kali tuh.
terkesan kampungan kah?

salut deh buat beberapa daerah di indonesia yg masih mempertahankan
nama dg bahasa asli mereka, seperti bali (wayan, made, dsb) dan sunda
(asep, lilis, dsb)...

kira2 menurut antum, nama asli indonesia itu seperti apa?

VIZON
http://surauinyiak. wordpress. com

14.10.08

gontorians & nama buat ponakan (5)

ada orang gila yg me-reply..
boleehboleeh.. sesama orang gila harus saling menghargai..

===================

Bls: [gontorians] Re: minta tolong usulan nama buat ponakan saya (perempuan) SYUKRON jaziilan


coba ditanya langsung ke keponakan perempuan, siapa namanya?

Seorang teman menegaskan bahwa tiap anak sudah punya nama, teman lain membenarkan penegasannya (baca,kegedabrusannya) lalu tanya saya, gimana caranya?
jawabnya, tanya saja bayinya!

Nama bisa dimunculkan lewat muhadasah antara anak dan bapak . Permasalahannya banyak bapak yang tidak sanggup menangkap bahasa anak. Melihat ketidakmampuan seorang bapak dalam membangun komunikasi dengan anaknya, Tuhan menjadi kasihan, maka bisa jadi lewat mimpi nama itu dimunculkan.

Dua tahun satu bulan delapan hari yang lalu, tepatnya usia empat bulan
dalam kandungan, tidak cuma nama anak tapi juga jenis kelamin muncul
lewat mimpi baik mimpi saya sebagai seorang bapak bertepatan dengan
mimpi ibunya yang mengandung anak saya

it is not a shame to be in same time of dream
only for geeting the name
it is a miracle upon an un ability of giving the name

what is a name?!
shakespear said
ia kecapekan dan menyerah atas adanya nama

ayo paman jangan menyerah!

=====================

gontorians & nama buat ponakan (4)

tetralogiiiiii...

========================

assalamualaikum.

 

ada tambahan nama lagi neh...kebetulan ana pernah di Kairo, banyak
nama perempuan yang aneh2 menurut kita, tapi sebenarnya semuanya ada di
Al-Quran, spt:

1. Sundus

 

 

2. Hilyah syarifah

(perhiasan yang mulia)

 

3. Judi

(nama perahu Nabi Nuh, menurut tafsir mereka) waallahu a`lam bis showab.

 

ana ikut milist gontorian karena di daftarin ma abang saya,
makanya kadang lagsung saya delete semua, tapi akhir2 ini, saya mulai
baca, karena ternyta banyak manfaatnya.mohon maaf saya ga kirim ke
milist, coz, ga da yang kenal .semuanya tua2.hehehe.afwan

===========================

gontorians & nama buat ponakan (3)

trilogi dech..


==========================


assalamualaikum...

afwan akhi...ana ada usulan nama neh...,

1. Maya salsabila
air di syurga


2. Sumayyah Mardiyyah
Sumayyah nama perempuan yang syahid pertama


3.Hanan Fitri
Hanan : kerinduan, fitri (keponakan antum lahir masih di bulan syawwal kan)?


4. Hibah afifah
Anugrah yang afifah

===========================

13.10.08

gontorians & nama buat ponakan (2)

cihui, sekuel lagee !

=======================================
[gontorians] Re: minta tolong usulan nama buat ponakan saya (perempuan)

Salam,

Buat Akhi Sonny mantan penjaga gawang perpustakaan :D
hadratak cukup memanggil saya dengan panggilan Mahir or Maher
Itu saja,
Salam,
MMS

Nb: tambahan nama tuk keponakan antum dan anak antum kelak
insya Allah, saya tidak bakal kehabisan stok ide untuk nama anak saya kelak  :-)

Kayyisa Qatrunnada (Kayyisa)
Maria Syahiratuzatia (Maria)
Haura Qurrata Aini (Haura)
Maryam Dzurriyah Saleha (Maryam)

======================================

[gontorians] Re: minta tolong usulan nama buat ponakan saya (perempuan)

Assalamualaikum,

Maaf, ikut nimbrung juga. Pada pendapat saya:

1.
Enaknya nama anak terdiri dari dua kata. (kalau lebih, nanti pas nulis
nama di form paspor masuk ke negara lain kebanyakan nulisnya. Apalagi
kalau nanti anaknya banyak)

2. Pada pendapat saya juga enaknya
juga nama anak itu kalau bisa jangan mudhof-mudhof ilaih. Karena di
Indonesia (di Asia tenggara) biasanya memanggil nama depan atau nama
belakang saja. Contohnya: Abdul Rahman, atau Khairul Anwar, di
Indonesia nanti bisa hanya di panggil Abdul atau Khairul.

3.
Sebaiknya tidak usah terlalu berat nama yang akan diucapkan, seperti
huruf Zha', Qof dan lain-lain. Karena di Asia Tenggara juga nanti susah
nyebutkannya. Karena kalau salah menyebutnya, akan berlainan maknanya.

4.
Terakhir, hanya tambahan.
Banyak dari ahli keluarga yang saya lihat, anak-anak mereka awal
hurufnya sama. Contohnya di Singapura ada satu keluarga itu
anak-anaknya awal hurufnya semuanya dari huruf "F". Anak pertama Fuad,
kedua Fauzi, ketiga Fazidah, ada juga bermula dari huruf "M". Anak
pertamanya Muhammad, kedua Musthafa, ketiga Mushlih. dan lain2.

Hanya ini yang dapat saya kongsi bersama, semoga bermanfaat! Yang baik datang dari Allah, yang buruk dari saya. Wallahu'alam

===============================================

HYMNE OH PONDOKKU

Oh Pondokku
Tempat naung kita
Dari kecil sehingga dewasa
Rasa batin damai dan sentosa
Dilindungi Allah Ta'ala

Oh Pondokku
Engkau berjasa
Pada ibuku Indonesia
 
Tiap pagi dan petang
Kita beramai sembahyang
Mengabdi pada Allah Ta'ala
Di dalam kalbu kita

Wahai Pondok tempatku
Laksana ibu kandungku
Nan kasih serta sayang padaku
Oh pondokku ......................
I ....... bu ...............ku.


Catatan kecik :



12.10.08

gontorians & nama buat ponakan

Iseng-iseng gw ngirim surat ke milis gontorians, setelah sekian lama cuman jd anggota pasif. Dulunya sih aktif banget. Kira-kira antara tahun 2002 - 2004. Partai-partainya gw udah digantiin ama generasi tukang posting berikutnya. Regenerasi. Milis ini sbgmn tradisi-tradisi Gontor yang lainnya, memang menciptakan iklim kondusif & warisan sistem dialog yang egalitarian.

Di milis ini, saya seperti kembali ke kampung damai, Daarussalam, Gontor - Ponorogo - Indonesia. Terkadang terjadi perdebatan sengit, bantai-membantai, tapi tetap saja tidak ada perpecahan. We can agree to disagree. Yang bicara tidak santun akan diingatkan. Bahasa Qur'annya: taushiyah, saling mengingatkan.

Dan amat sangat aneh kalau di milis ini tidak dijumpai KRITIK TAJAM terhadap Gontor. Otokritik sebagaimana kritisisme itu sendiri adalah bagian dari budaya Gontor. Hanya saja, di Gontor, kritik terhadap institusi tidak boleh disampaikan di forum-forum resmi, demi stabilitas politik.

Nah, di milis ini kritik itu membuncah, meledak. Tapi yang pasti mereka mengkritik karena mencintai. Sense of belonging. Mirip orang yang membenci karena terlalu mencintai. Overall, segala sesuatu dari kejauhan tampak romantik, kan ?

Gw pribadi memilih tidak mengabdi di Gontor hingga menua, karena tidak tega melihat Ibu saya, Gontor, terlena dalam romantisme masa lalu, berkarat karena tak mampu menghadapi cepatnya perubahan zaman. Ia bisa jadi besar di masa lalu, tapi zaman sudah berubah. Alaf baru sudah datang. Generasi kedua Gontor yang menduduki semua posisi puncak kurang mampu memahaminya.




Itulah masalahnya. Demokrasi berjalan amat indah di Gontor, kecuali di lapisan tertinggi. Sulit suara dari grass root terdengar hingga ke level decision makers tertinggi. ( Kapan-kapan saya posting deh tentang Gontor sebagai sebuah negara: Republik Gontor ! )

Anda bisa juga nanya info ini dan itu. Mulai dari remeh temeh hingga mencari jarum di tengah tumpukan jerami. Milis ini seperti Kakek Segala Tahu, tokoh dalam novel serial Wiro Sableng yang kehadiran membuat adem para tokoh dunia persilatan. Yaa, beda beda tipis lah sama si Oom Gugel itu..

Oh ya, postingan yang hanya bersifat forward tidak terlalu banyak di milis ini. Rata-rata orisinil. Yang posting iklan komersil diingatkan. Kecuali ngajak bisnis, hehehe..

Saya bahagia sekali bahwa senioritas sama sekali tidak ada di milis ini. Panggilan Om, Mas, Uda, Kak, Bang sih gak masalah. Tapi tidak ada yang akan bilang : "Jangan sampai Kakak Anu marah." atau "Baa, wak japuik se nyo lai." atau "Kalau basobok, dicekuih se pajako.

Malah lebih banyak yang memanggil dg panggilan egalitarian : Akhii. Bahasa Indonesia emang payah, harus Kak, Mbak, Uni, Uda. Dulu saya sempat punya Dosen Bule di Kelas Internasional FE - Unand. Panggil nama depan juga boleh. Aduh, saya lupa namanya. Yang ngajar Pengantar Bisnis. Kuliah yang amat menyenangkan itu diakhiri dengan ujian tengah semester yang menyebalkan: semacam TTS atau pilihan ganda. Ampun, si Bule baeekk banget ! Terang aja semua dapet nilai A.

Btw, Pengantar Bisnis itu kuliah kedua di hari kedua di tahun pertama, 5 September 2000. Lokalnya F. 2.3. Kalo gak salah. Waktu itu gw membutuhkan 1/2 jam hanya untuk membaca 1 halaman buku teks berbahasa Inggris. Gw masuk Kelas Internasional itu untuk belajar bahasa Inggris, bukan karena gw mahir. Kalo di Gontor, skill bahasa Inggris gw gak masuk hitungan. Gak bakalan direkrut jadi Penggerak Bahasa Asrama, apalagi Penggerak Bahasa Pusat. Apalagi jadi Language Advisory Council. Terang aja gw sering masuk Mahkamah Bahasa.

Bulan-bulan terakhir ini saya 2x ketemu ipar (jauh) saya yang Arab itu. Istrinya bilang, panggil namanya aja: Rabi'. Malah dia ramah banget, setiap orang bakal ditanya: "Mau kopi Arab, Teh, atau Cappucino ?" Ah, ipar dari Hongkong pun gak bakalan nanya begitu..

Ah, kalo diterusin bakal kemana-mana. Saya memang bawel..


===================================
Catatan kecik : postingan saya di Gontorians
=========================================

Re: minta tolong usulan nama buat ponakan saya (perempuan) SYUKRON jaziilan

assalamualaikum,
syukron, akhi maher_thea & ainul yaqin
ayo.. ayo.. ayo.. ada usulan lain lagi ? Seru nih kayaknya

wassalam

nb: ainul yaqin, padang kan ?


A> Assalamu'alaikum
Dulu kalo di Ma'had ust. Yusman Nasir paling jago tuch
> btw yg ana ingat beliau pernah kasih nama
Ana NabilahEl Fajru Chan
Masyhud ( Buat laki )
buat ikhwan-ikhwan lain boleh tambahin neh
tq

--- In gontorians@yahoogroups.com, "Mahir Moh.Soleh" <maher_thea@...>
wrote:
>
> Kuntum Khaira Ummah (Kuntum)
> Syaima Althafun Nisa (Syaima)
> Aisyah Laylatul Fauziah (Aisyah)
> Amatullah Shafiyah (Shafi)
> Ruhana Amanatullah (Hana)
>
> (kalau dimuat


> --- On Sat, 11/10/08, sonnylagi <sonnylagi@...> wrote:
>
> From: sonnylagi <sonnylagi@...>
> Subject: [gontorians] minta tolong usulan nama buat ponakan saya
(perempuan)
> To: gontorians@yahoogroups.com
> Date: Saturday, 11 October, 2008, 5:08 PM
>
> assalamualaikum, ikhwani
> alhamdullilah kakak kedua saya sudah melahirkan seorang bayi perempuan
> yang sehat hari Senin, 6 Oktober 2008 di RSUP M Djamil Padang.
>
> Beliau menelpon saya untuk minta usulan nama buat buah hatinya.
> Suaminya jg setuju kl saya yg mencarikan nama.
>
> berhubung saya lagi patah hati & remeh temeh lainnya,
> pikiran saya masih blank hingga saat ini.
>
> RINGKASNYA :
> saya minta tolong kpd teman2 semua untuk mencarikan nama buat ponakan
> perempuan saya itu. Nanti usulan nama yg diterima oleh mereka akan
> saya umumkan di milis ini
>
> syukron,
> wassalam
>
> Sonny,
> http://suyuk. blogspot. com/


recent post