30.10.08

ikutan pesta blogger ?

Karena tidak jadi ikutan MUKTAMAR BLOGGER karena kecapekan, saya memutuskan (tidak ada salahnya) mengikuti Pesta Blogger.

Sebenarnya saya tidak terlalu antusias mengikuti Pesta Blogger yang diadakan di gedung tinggi berlantai puluhan. Apalagi kalau saya mendapati para blogger ternyata berpakaian "mewah" ala orang kantoran di Sudirman.

Blogging sendiri adalah kemewahan bagi banyak orang di Republik ini. Apalagi pesta blogger. Kata "pesta" dan "blogger" begitu asing bagi rakyat jelata, kepada siapa saya bersimpati dan menangisi ketidakmampuan saya berbuat bagi mereka.

Pertanyaannya kemudian apakah Pesta Blogger menghasilkan sesuatu bagi Republik ini ? Blogging for society ? Saya agak pesimis dengan tagline ini.

Pada akhirnya sebagai pernyataan sikap, saya akan pergi ke pesta itu dengan sandal jepit, celana gantung dan kaos oblong lusuh kesukaan saya. Pun di ransel saya, akan ada kain sarung: untuk shalat & tidur

Rp 50.000 yang saya keluarkan untuk berpestapora ini... adakah berarti bagi para jelata ?

Saya hanya bisa menangisi "kekalahan" saya, meminta ampun padaNya atas ketidakmampuan saya sambil berusaha memaafkan diri sendiri..

26.10.08

rencana Minggu yang indah (We're proud of you, Jef !)

Pagipagi ngajak sepupu jalan-jalan di areal kampus Post-Graduate UIN Jakarta. Pemandangannya indah setiap minggu pagi. Apalagi kalau bukan ehmm ehmm.. Di kejauhan juga keliatan Situ Gintung. Kalo waktunya cukup pengen dudukduduk di tepiannya.

Trus ke kos-an Tek Ye, adik Papa, doktor hadits anyar, menguasai Arab - Inggris - Perancis. Cas cis cusss..

Mo nitip novel terindah Kuntowijoyo untuk seseorang yg jg indah di Padang. Mungkin Uni-ku yg bakal nyerahin ke dia. Hayyoooo.. :p Trus putar-putar Jakarta, nyenengin sepupu yg mo terbang ke Saudi, dapet pekerjaan bagus dg gaji luar binasa untuk ukuran Indonesia. IQ nya pendek, tapi kemampuan interpersonalnya membantunya menemukan sendiri jalan ke masa depan. Moga aja sifat borosnya berkurang. Overall, dia lebih bijak setelah merantau jauh. He's reborn !

Siangnya, mo ketemu Jefrie di Sarinah, teman sekelas waktu kuliah di Ing2000 FE Unand. Si penjual "kacamata wanita" asal Koto Tuo ini kok bisa-bisanya jadi finalis Young Entreprenuer of the Year-nya Bank Mandiri. Padahal yang ku ingat dulu, selain panggilan Jangguik-nya itu, kerjaannya akhir pekan bolak balik Padang - Bukittinggi buat ngurusin kacamata wanita & tetek bengek lainnya. ( Ampuuunn.. gw gak ikutan deh jual begituan. Sumpeh ! ). Gaya ngomongnya kayak orang lapau. Gak bisa pake bahasa Indonesia sama dia. Pasti ! ( Oi Jang.. )

FYI, orang yg paling protes kalau ada kuliah tambahan / pengganti di hari Sabtu, antara lain Kemp & Jeffrie. Jef masih mending krn urusan dagang. Kemp ? Ckckckck.. "jangan ganggu siklus pulang kampung Kemp ke Batusangkar." Bukan begitu bukan ? Kempuuuunngg..

Trus ngajak dia ketemu Debi di Masjid Agung al-Azhar & berakhir di Blok M buat ngasih masukan ttg materi presentasinya. (Grande lagi ? Episode 2 ? Guest star-nya kali ini si Jangguik ? Kok downgrade? :D )

Btw, sepupu gw mo dikemanain ?


UPDATE :

Realisasinya, sepupu gak jadi ikut karena males liat hujan lebat yang ternyata cuman nyampe Pondok Indah. Nungguin Debi abis dengerin ceramah Ustad Cinta, Restu Sugiharto di Masjid Agung Al-Azhar. Ba'da Ashar ke Hotel Millenium tempat nginap si Jangguik. Trus ngebahas materi presentasinya di depan Laptop Axioo Pico-nya yg mungil & bikin gw gaptek itu.

Ba'da Maghrib makan-makan di Jalan Sabang. Debi dengan kekeh mengusulkan makan RAWON SETAN. Dasar orang yang pernah tinggal di Suroboyo. Jefri dengan gaya bicara lapau dan keusilannya menelpon Regi, Febri Diansyah, Emzo, Siska dan berakhir dengan ketika baterai HP habis.

FYI, Jefri mendirikan usaha BONITA TOUR & TRAVEL pada tahun 2006. Bonita sendiri adalah nama toko grosir "kacamata wanita" yang cukup populer di Pasar Aur Kuning. Dari awalnya 1 karyawan, saat ini ia sudah bisa mempekerjakan 7 karyawan yang berarti sudah bisa menghidupi setidaknya 7 orang manusia. (Semoga Allah membalas kebaikanmu)

Yang menjadi daya tarik dari BTT adalah perusahaan ini adalah yang pertama hadir di tengah-tengah di Pasar Grosir Pakaian "Aur Kuning". Ia jauh dari kesan Tour & Travel yang elegan karena "berhimpit-himpitan" dengan toko-toko grosir. Ditambah lagi suasana becek di depan kantor. Akan tetapi tidak bisa dipungkiri, para pedagang grosir itu adalah segmen pasar yang lumayan besar yang tidak dilirik oleh pengusaha penjualan tiket pesawat lainnya. Di sinilah ide Jefri terasa orisinil.

Pasar Grosir Pakaian Aur Kuning sendiri adalah pusat grosir terbesar di Sumatera. Jaringan bisnis-nya mencapai seluruh Sumatera. Suplai-nya banyak dari pusat-pusat grosir di Jawa, terutama Tanah Abang, Cipulir & Kota Bandung. Karenanya intensitas bepergian para pedagang tersebut cukup tinggi ke berbagai daerah.

Semoga menang, Jef. Jadi Young Entreprenuer of the Year versi Bank Mandiri. Mewakili Sumatera, Sumatera Barat, Alumni Unand dan khususnya alumni Kelas Internasional FE Unand 2000.

We're proud of you, Jef !

recent post